Skip to main content

Posts

To be Grow

Recent posts

Muak dengan Kesenjangan Sosial

         Nilai kebaikan dan kualitas bagus sebagai manusia bukan dinilai dari seberapa banyak harta atau seberapa banyak ilmu yang dimiliki. Orang yang cenderung nggak memiliki materi yang cukup banyak nggak dipungkiri kalau sikap dan tingkah lakunya buruk. Nggak gitu arti sebenarnya.         Banyak orang disekelilingku yang sering menganut pemikiran demikian. Merendahkan diri sendiri yang padahal kita layak kok buat bahagia, buat jadi manusia yang baik. Emangnya yang baik dan memiliki akhlak bagus cuma buat kaum-kaum di atas aja? Nggak sama sekali. Emangnya jadi baik harus punya status seperti profesor atau semacamnya? Yang punya banyak ilmu berarti dia juga bagus akhlaknya? Nggak berarti gitu juga. Menjadi baik adalah milik kita semua yang pengen menjadi baik. Yang tua-muda, miskin-kaya, bertato ataupun bersih, yang lulusnya sampe SD ataupun S3, semua kalangan berhak buat menentukan dirinya pengen menjadi baik atau nggak. Itu pilihan...

Menumbuhkan Esensi Diri

               Sesekali atau bahkan beberapa kali rasa ingin tahuku pada suatu hal sudah terlontarkan semenjak kecil, entah itu bertanya pada diri sendiri atau pada orang lain. Seketika terlintas pemikiran-pemikiran persoalan apa tujuan kita diciptakan dan hal ke-bermanfaat-an apa yang bisa dilakukan diri sendiri pada orang banyak. Aku bahkan nggak mengetahui kalau aku ini penting atau tidak. Orang akan bahagia dengan adanya aku atau nggak sama sekali. Ya hal-hal seperti itulah seringkali melonjak bertanya dalam jiwa.          Mengingat waktu nggak terbatas tapi waktu kita terbatas menjadi sebuah acuan tersendiri dapat tumbuh dan bertahan hingga kini. Entah itu dengan melakukan hal positif sekecil apapun yang bisa membuat waktu lebih sedikit berharga. Ini mengingatkan diri kalau setelah adanya ponsel; gawai  aku sadar waktuku sebagian besar dihabiskan dengan berselancar tanpa arah meng- scroll kesana-kemari ent...

Being an Introvert Girl

       Dari judulnya udah jelas kalau kali ini aku mau bahas topik tentang introvert . Tapi tentang keseluruhannya apa bisa dinilai dari sebaris judul aja? Nggak dong pastinya. Saat menulis ini, aku sedang menyeruput segelas minuman berenergi yang selalu aku seduh di pagi hari. Tapi, kali ini agak berbeda. Karena suasananya cukup tenang dan dingin. Keluarga sedang keluar kota dan anehnya aku sangat anti untuk bertemu orang banyak dan memutuskan untuk tinggal sendiri di rumah (introver banget kan). Internet pun saat ini sedang aku blokir dalam daftar kegiatanku. Jadi bisa dibilang ini hal tenang yang paling aku suka. Dan karena nggak main internet, rasa bosan bisa disibukkan dengan menyusun kata-perkata untuk blog yang ada kalanya kuhampiri sesekali ini.        Oke, yang pertama tapi bukan pertama banget, aku termasuk dalam bagian dari bentuk kepribadian introver. Entah kapan ini bisa terbentuk, tapi ya sekarang aku adalah seorang introver. Ha...

Matematika Punya Cerita

               Kalau ditanya pelajaran satu ini, pasti kebanyakan orang enggan membicarakannya apalagi mengerjakan. Apa sih sebenernya yang bisa bikin orang-orang nggak suka sama Matematika? Selain identik sama angka, Matematika juga bisa dibilang rumit. Ya rumit untuk dimengerti. "Kenapa sih kita harus belajar pelajaran ini? Nggak ada manfaatnya juga buat di kehidupan nyata." Begitu kira-kira respon kebanyakan orang. Tapi, menurutku mereka nggak sadar aja Matematika itu ada real di kehidupan nyata. Perdagangan, ekonomi, ngitung jarak, bahkan buat beli permen pun kita harus bisa menghitung dengan benar. Kita nggak bisa lepas tangan gitu aja dari satu hal ini karena gimana pun kan kita perlu banget yang namanya 'uang'. Tanpa uang? Matilah kita semua hahaha. Nggak cuma soal uang, Matematika juga banyak berperan buat hidup kita. Kalau ada orang yang bilang nggak butuh Matematika, dia salah besar. Mana mungkin bisa, mustahil menurutku. Secara ngga...

Dari Sekian Kata, Ini Penyembuh Menurutku!

              Pernah nggak sih dalam kepala banyak yang pengen ditanyakan? Sampai ke hal-hal yang sepele aja ditanyain, kan aneh. Sering banget aku punya banyak pertanyaan sendiri, walaupun aku tahu nggak akan dapet jawaban 100% ter-logika-kan. Tapi satu hal yang aku tahu saat ini yaitu nggak semua hal ada logikanya, bisa jadi hal itu hanya bisa dipercayai tanpa harus tahu dari mana asalnya. Ya, memang benar. Jika kita terus-menerus menanyakan banyak hal nggak akan ada ujungnya dan yang ada bikin pusing diri sendiri.         Dalam hidup banyak orang yang merumitkan hidupnya sendiri yang padahal bisa dipikir sesederhana mungkin. Ada juga yang hidupnya itu dibawa enjoy aja, ada masalah pun dia enjoy. Sebenernya baiknya hidup itu harus dipikirin atau bawa enjoy aja sih? Kaitan ini emang gimana masing-masing. Tapi sesuatu yang berlebihan itu nggak baik. Mungkin ada saatnya dimana hidup perlu dipikirkan dan ada saatnya juga haru...

Metamorfosa Ria

                 Nggak banyak yang aku ingat tentang masa kecil yang orang-orang memorikan. Beda sama yang lainnya, masa kecilku yang bisa dibilang cukup menyenangkan tapi penuh sama aturan dan perintah. Menetap di kota orang tapi lahir di kota ini ngebuat keluargaku sedikit berbeda dari kebanyakan orang. Rumah berpindah-pindah, kerabat sedikit, dan ini yang ngebuat keluarga kami sedikit individual. Tinggal pun di kawasan yang sepi tetangga alias sepi penghuni nggak rame kayak di perkampungan. Dan ini juga yang bikin aku kurang mengenal gimana rasanya hidup di pedesaan padahal tinggal di pedesaan juga, eh gimana sih. Suka denger cerita temen-temen yang di tempat tinggalnya banyak sawah, anak-anak main di empang atau kebun. Mikir juga, kok dulu aku nggak gitu ya, padahal sama-sama desa dan kampung. Dan yang aku tahu pasti kalau orang yang tinggalnya di daerah penuh kereseruan asik sama anak-anak pasti dipenuhi kenangan indah juga memorabl...