
Eraku ini era dimana semua serba digital, apa-apa internet gercep menunjukkan kelihaiannya. Aku pun dituntut buat bisa menguasai digital ini terutama media sosial. Era dimana isinya nggak hanya serba cepat update informasi tapi juga hal apapun ada dalam internet. Dalam bermedia sosial pun, semuanya terutama anak muda kayak aku, cie muda wkwk. Ya, kita dituntut nggak hanya harus pandai secara teknologi tapi juga harus cerdas milih mana yang bermanfaat dan mana yang nggak. Pastinya banyak orang yang gampang terbuai sama manisnya internet yang bikin kecanduan dan tak tertahankan. Apalagi kalau orang udah suka sama satu hal dan terus pengen update info tentang apa yang dia suka. Suka sih wajar, tapi suka juga ada batasnya ya kan. Suka sama hal yang positif sih bagus-bagus aja asal tahu batasan dan jangan jadi kecanduan. Kalau sukanya dalam hal yang negatif, itu mesti dihilangin dan dibuang secepatnya.
Dan poin yang pengen aku omongin disini itu tentang pengaruh like dan view yang orang dapat dari media sosial. Yang paling parah ada loh orang yang bisa keganggu atau jadi down gara-gara likes dan views yang dia dapat sedikit. Ada juga yang ngedapetin like banyak terus dia langsung besar kepala dan ngerasa dia yang paling terkenal sedunia, ciaelah. Dia pun ngerasa terpacu buat dapet like banyak lagi dan lagi. Hal ini yang bisa bikin aku mikir kok bisa segitunya ya pengaruh media sosial di kehidupan kita terutama diri kita sendiri. Ada seorang teman, dia bilang gini "orang ini likes fotonya banyak pasti dia bagus nih kualitasnya" begitupun sebaliknya jika likes seseorang sedikit itu berarti kualitasnya kurang. Akupun tercenga mendengar itu, emangnya tingkat kualitas seseorang itu dinilai dari banyaknya followers kah, atau likesnya, kan gak masuk akal. Logikanya dimana?
Pengaruhnya sebesar itu, sampai orang-orang bisa mikir yang gak ada logikanya sama sekali jadi suatu penilaian tersendiri. Bagiku, media sosial hanya sebagai fasilitas buat mengekspresikan apa yang pengen kita curahkan dan publikasikan ke orang banyak. Aku sih lebih suka nge share hal-hal yang informatif, nggak cuma buat yang liat di sosmedku tapi juga sebagai pengingat diri sendiri yang sangat kekurangan ini huhuu. Mau followersku sedikit atau yang nge like dan nge viewku hanya beberapa orang nggak semata-mata ngurangin niatku buat share hal-hal bermanfaat. Ini diriku dan ini yang pengen aku bagi ke mereka.
Yang paling kusuka yaitu bikin snap story di instagram maupun whatsapp itu dengan quotes yang aku banget atau petuah-petuah yang bisa diingat kebenarannya. Aku juga suka nge share informasi yang aku baca, entah itu dari website, search by instagram, aplikasi writing word gitu, dan banyak lagi. Karena buatku ini loh yang pengen dikasih tahu sama orang-orang dengan harap mereka sadar dan menyerap dari informasi yang aku kasih. Yang aku tahu kebanyakan teman sebayaku menggunakan platform sosmed hanya buat ajang pembuktian hidup mereka, kan sebenernya bisa dipakai buat banyak hal. Ada satu kebiasaan diri sendiri yang sampai sekarang masih dilakuin yaitu aku nggak terlalu suka kalau ngeliat snap story temen sebayaku entah di instagram maupun whatsapp. Sampai-sampai aku dikatain nggak update soal orang-orang, lucu kan. Tapi bener loh emang nggak suka aja kalau harus terus mantau satu persatu story mereka, kan nggak ada impactnya juga buat diri sendiri malah bisa bikin ngebandingin sama orang lain. Ini sih aku, orang lain beda lagi pemikirannya. Beda itu indah kawan, aku nggak buka story mereka, tapi pas aku buat story mereka ngeliat setiap saat wkwkwk.
Inget, media sosial cuma dunia maya yang nggak bisa kita jadikan dunia nyata. Setenar apapun di dunia maya tetep yang nomer satu dan yang paling real kita tetep harus jadi sosok berkualitas di dunia nyata. Tapi kita juga nggak bisa ngehindarin majunya dunia digital. Karena dengan menyesuaikan sama perkembangan zaman ilmu kita bisa terus nambah dan jadi kekinian tentunya hahaha.
Sekian, terimakasih udah baca tulisan yang agak kurang penataan kalimatnya ini. Big hug for you! ;)
Eraku ini era dimana semua serba digital, apa-apa internet gercep menunjukkan kelihaiannya. Aku pun dituntut buat bisa menguasai digital ini terutama media sosial. Era dimana isinya nggak hanya serba cepat update informasi tapi juga hal apapun ada dalam internet. Dalam bermedia sosial pun, semuanya terutama anak muda kayak aku, cie muda wkwk. Ya, kita dituntut nggak hanya harus pandai secara teknologi tapi juga harus cerdas milih mana yang bermanfaat dan mana yang nggak. Pastinya banyak orang yang gampang terbuai sama manisnya internet yang bikin kecanduan dan tak tertahankan. Apalagi kalau orang udah suka sama satu hal dan terus pengen update info tentang apa yang dia suka. Suka sih wajar, tapi suka juga ada batasnya ya kan. Suka sama hal yang positif sih bagus-bagus aja asal tahu batasan dan jangan jadi kecanduan. Kalau sukanya dalam hal yang negatif, itu mesti dihilangin dan dibuang secepatnya.
Dan poin yang pengen aku omongin disini itu tentang pengaruh like dan view yang orang dapat dari media sosial. Yang paling parah ada loh orang yang bisa keganggu atau jadi down gara-gara likes dan views yang dia dapat sedikit. Ada juga yang ngedapetin like banyak terus dia langsung besar kepala dan ngerasa dia yang paling terkenal sedunia, ciaelah. Dia pun ngerasa terpacu buat dapet like banyak lagi dan lagi. Hal ini yang bisa bikin aku mikir kok bisa segitunya ya pengaruh media sosial di kehidupan kita terutama diri kita sendiri. Ada seorang teman, dia bilang gini "orang ini likes fotonya banyak pasti dia bagus nih kualitasnya" begitupun sebaliknya jika likes seseorang sedikit itu berarti kualitasnya kurang. Akupun tercenga mendengar itu, emangnya tingkat kualitas seseorang itu dinilai dari banyaknya followers kah, atau likesnya, kan gak masuk akal. Logikanya dimana?
Pengaruhnya sebesar itu, sampai orang-orang bisa mikir yang gak ada logikanya sama sekali jadi suatu penilaian tersendiri. Bagiku, media sosial hanya sebagai fasilitas buat mengekspresikan apa yang pengen kita curahkan dan publikasikan ke orang banyak. Aku sih lebih suka nge share hal-hal yang informatif, nggak cuma buat yang liat di sosmedku tapi juga sebagai pengingat diri sendiri yang sangat kekurangan ini huhuu. Mau followersku sedikit atau yang nge like dan nge viewku hanya beberapa orang nggak semata-mata ngurangin niatku buat share hal-hal bermanfaat. Ini diriku dan ini yang pengen aku bagi ke mereka.
Yang paling kusuka yaitu bikin snap story di instagram maupun whatsapp itu dengan quotes yang aku banget atau petuah-petuah yang bisa diingat kebenarannya. Aku juga suka nge share informasi yang aku baca, entah itu dari website, search by instagram, aplikasi writing word gitu, dan banyak lagi. Karena buatku ini loh yang pengen dikasih tahu sama orang-orang dengan harap mereka sadar dan menyerap dari informasi yang aku kasih. Yang aku tahu kebanyakan teman sebayaku menggunakan platform sosmed hanya buat ajang pembuktian hidup mereka, kan sebenernya bisa dipakai buat banyak hal. Ada satu kebiasaan diri sendiri yang sampai sekarang masih dilakuin yaitu aku nggak terlalu suka kalau ngeliat snap story temen sebayaku entah di instagram maupun whatsapp. Sampai-sampai aku dikatain nggak update soal orang-orang, lucu kan. Tapi bener loh emang nggak suka aja kalau harus terus mantau satu persatu story mereka, kan nggak ada impactnya juga buat diri sendiri malah bisa bikin ngebandingin sama orang lain. Ini sih aku, orang lain beda lagi pemikirannya. Beda itu indah kawan, aku nggak buka story mereka, tapi pas aku buat story mereka ngeliat setiap saat wkwkwk.
Inget, media sosial cuma dunia maya yang nggak bisa kita jadikan dunia nyata. Setenar apapun di dunia maya tetep yang nomer satu dan yang paling real kita tetep harus jadi sosok berkualitas di dunia nyata. Tapi kita juga nggak bisa ngehindarin majunya dunia digital. Karena dengan menyesuaikan sama perkembangan zaman ilmu kita bisa terus nambah dan jadi kekinian tentunya hahaha.
Sekian, terimakasih udah baca tulisan yang agak kurang penataan kalimatnya ini. Big hug for you! ;)
Comments
Post a Comment