Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2020

Muak dengan Kesenjangan Sosial

         Nilai kebaikan dan kualitas bagus sebagai manusia bukan dinilai dari seberapa banyak harta atau seberapa banyak ilmu yang dimiliki. Orang yang cenderung nggak memiliki materi yang cukup banyak nggak dipungkiri kalau sikap dan tingkah lakunya buruk. Nggak gitu arti sebenarnya.         Banyak orang disekelilingku yang sering menganut pemikiran demikian. Merendahkan diri sendiri yang padahal kita layak kok buat bahagia, buat jadi manusia yang baik. Emangnya yang baik dan memiliki akhlak bagus cuma buat kaum-kaum di atas aja? Nggak sama sekali. Emangnya jadi baik harus punya status seperti profesor atau semacamnya? Yang punya banyak ilmu berarti dia juga bagus akhlaknya? Nggak berarti gitu juga. Menjadi baik adalah milik kita semua yang pengen menjadi baik. Yang tua-muda, miskin-kaya, bertato ataupun bersih, yang lulusnya sampe SD ataupun S3, semua kalangan berhak buat menentukan dirinya pengen menjadi baik atau nggak. Itu pilihan...

Menumbuhkan Esensi Diri

               Sesekali atau bahkan beberapa kali rasa ingin tahuku pada suatu hal sudah terlontarkan semenjak kecil, entah itu bertanya pada diri sendiri atau pada orang lain. Seketika terlintas pemikiran-pemikiran persoalan apa tujuan kita diciptakan dan hal ke-bermanfaat-an apa yang bisa dilakukan diri sendiri pada orang banyak. Aku bahkan nggak mengetahui kalau aku ini penting atau tidak. Orang akan bahagia dengan adanya aku atau nggak sama sekali. Ya hal-hal seperti itulah seringkali melonjak bertanya dalam jiwa.          Mengingat waktu nggak terbatas tapi waktu kita terbatas menjadi sebuah acuan tersendiri dapat tumbuh dan bertahan hingga kini. Entah itu dengan melakukan hal positif sekecil apapun yang bisa membuat waktu lebih sedikit berharga. Ini mengingatkan diri kalau setelah adanya ponsel; gawai  aku sadar waktuku sebagian besar dihabiskan dengan berselancar tanpa arah meng- scroll kesana-kemari ent...

Being an Introvert Girl

       Dari judulnya udah jelas kalau kali ini aku mau bahas topik tentang introvert . Tapi tentang keseluruhannya apa bisa dinilai dari sebaris judul aja? Nggak dong pastinya. Saat menulis ini, aku sedang menyeruput segelas minuman berenergi yang selalu aku seduh di pagi hari. Tapi, kali ini agak berbeda. Karena suasananya cukup tenang dan dingin. Keluarga sedang keluar kota dan anehnya aku sangat anti untuk bertemu orang banyak dan memutuskan untuk tinggal sendiri di rumah (introver banget kan). Internet pun saat ini sedang aku blokir dalam daftar kegiatanku. Jadi bisa dibilang ini hal tenang yang paling aku suka. Dan karena nggak main internet, rasa bosan bisa disibukkan dengan menyusun kata-perkata untuk blog yang ada kalanya kuhampiri sesekali ini.        Oke, yang pertama tapi bukan pertama banget, aku termasuk dalam bagian dari bentuk kepribadian introver. Entah kapan ini bisa terbentuk, tapi ya sekarang aku adalah seorang introver. Ha...